Identifikasi Critical Success Factors Pada Penerapan Construction Safety Management System Menggunakan Metode AHP
DOI:
https://doi.org/10.35991/jshee.v4i1.93Keywords:
Construction Safety Management System, Critical Success Factors, Analytical Hierarchy Process (AHP), PDCAAbstract
Aktivitas irregular job pada perusahaan manufaktur mobil di Indonesia merujuk pada aktivitas di luar proses produksi utama yang biasanya melibatkan pihak eksternal. Salah satu aktivitas irregular job yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya tinggi adalah kegiatan konstruksi. Menurut data Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia yang bersumber dari data BPJS Ketenagakerjaan, jasa konstruksi menyumbang sebanyak 2.971 kasus kecelakaan sepanjang 2023. Oleh karena itu, Construction Safety Management System (CSMS) dibutuhkan untuk dapat mengelola dan mengontrol pemenuhan standar keselamatan konstruksi. Agar implementasi CSMS dapat berjalan efektif, diperlukan identifikasi faktor-faktor kritis yang memengaruhi keberhasilannya. Berangkat dari kondisi tersebut, peneliti mengusulkan pendekatan berbasis konsep Critical Success Factors (CSFs) untuk mengidentifikasi penerapan CSMS menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penyusunan CSFs diadopsi dari International Sustainability Rating System (ISRS) - DNV GL dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang dikategorikan ke dalam kriteria Strategi Plan-Do-Check-Action (PDCA). Penentuan prioritas setiap CSFs dilakukan dengan menggunakan software Expert Choice berdasarkan hasil pembobotan oleh expert judgement. Dari hasil penelitian ini diperoleh 17 CSFs yang teridentifikasi menentukan keberhasilan dalam penerapan CSMS di perusahaan manufaktur mobil. CSFs dengan tingkat prioritas tertinggi berdasarkan hasil pembobotan AHP dari masing-masing kriteria adalah sumber daya manusia (plan), pelatihan dan kompetensi (do), keterlibatan pemangku kebijakan/manajemen (strategi dan kebijakan), pemantauan risiko (check), dan perbaikan berkelanjutan (action).
