Penerapan Metode HIRADC dalam Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Kerja di PT Metal Teknologi Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.35991/jshee.v4i1.115Abstract
Industri manufaktur memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang relatif tinggi akibat penggunaan mesin, peralatan kerja, serta aktivitas manual yang dilakukan secara berulang. PT Metal Teknologi Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur memiliki berbagai potensi bahaya yang perlu dikelola secara sistematis untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di area produksi, wawancara dengan pihak terkait, serta studi dokumentasi terhadap prosedur dan kondisi kerja yang ada. Identifikasi bahaya dilakukan pada empat stasiun kerja utama, yaitu stasiun bubut, milling, cylindrical grinding, dan surface grinding. Penilaian risiko dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat keparahan dampak (severity) dan kemungkinan terjadinya risiko (likelihood) untuk menentukan tingkat risiko yang diklasifikasikan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas kerja berada pada tingkat risiko sedang (medium), dengan beberapa aktivitas yang memiliki tingkat risiko tinggi (high), terutama pada proses pemotongan dan penggerindaan. Faktor utama penyebab risiko meliputi penggunaan alat pelindung diri yang belum optimal, keterbatasan pelindung mesin, serta belum diterapkannya prosedur keselamatan secara konsisten, seperti sistem lock out–tag out dan interlock. Berdasarkan hasil tersebut, dirumuskan pengendalian risiko yang meliputi pengendalian teknis, administratif, serta peningkatan penggunaan alat pelindung diri. Penerapan pengendalian yang direkomendasikan diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan PT Metal Teknologi Indonesia.
